18/05/14

obrolan pasutri

obrolan pasutri

Inilah, "obrolan pasutri" ...

INSPIRATIF MALAM
Istri sedang memasak di dapur. Suami yg berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, “Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!”

Istrinya secara spontan menjawab, “Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur.”

Suaminya dengan tenang menjawab, “Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya … saat saya sedang mengemudikan mobil, kamu yg berada disamping mengoceh tak ada hentinya.”

Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.
---------------------------------------
Seorang pemuda sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yg indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.

Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, “Babi!” Mendengar suara ini pemuda itu menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, “Kamu sendiri yg babi!”
Baru saja selesai memaki, pemuda tsb telah bertabrakan dengan gerombolan babi yg sedang menyeberangi jalan dan mobilnya ter jungkal ke samping jalan.

Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian anda, juga membuat orang lain terhina.
---------------------------------------
Ketika mandi Lius kurang hati2 telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelepon dokter rumah tangga minta pertolongan.

Dokter berkata, “Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana.”

Ibunya Lius bertanya, “Sebelum dokter datang, apa yg harus sayalakukan? Dokter itu menjawab, “Berikan Lius secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka anda bisa menyuruh Lius meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu sambil bermain.”

Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin. Daripada khawatir lebih baik berlega, dari pada gelisah lebih baik tenang.
---------------------------------------
Tidak semua orang bisa memahami humor. Orang yg pintar di bidang akademis pun belum menjamin yg bersangkutan bisa memahami setiap humor yg disampaikan. Humor akan difahami jika orang yg membacanya juga mempunyai jiwa humor (humoris).

Kebanyakan dari kita slalu comment:
'gak lucu', biasa aja, 'basi', 'udah pernah baca', 'apanya yg lucu?'
Tapi tanpa disadari olehnya, orang yg comment seperti itu gampang ditebak oleh orang lain. Kalau gak kuper, ya pastilah orang idiot yg salah 'LIKE' Page dengan jiwa labilnya

Selamat malam dan smoga happy..

---
facebook/http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=654588777903875&id=239742886055135

Reaksi: